Perbedaan Tanda Tangan Digital Dan Elektronik di Jawa Tengah , Jawa Tengah,kabupaten Purbalingga

Apa Arti Tanda Tangan Elektronik / Digital

Pedoman tangan komputerisasi adalah skema matematis yang dipakai untuk menggambarkan originalitas suatu pesan atau dokumen komputerisasi. Untuk memverifikasikan pertanda tangan digital dibutuhkan kunci publik dari algoritma hal yang demikian.
Fungsi pertanda tangan komputerisasi sendiri tak hanya diperuntukan untuk kepentingan sebuah perusahaan atau personal dalam suatu pekerjaan. Namun transaksi online juga sudah mengawali dengan menyetujui persyaratan yang berlaku dengan tanda tangan komputerisasi.

Petunjuk tangan elektronik memang terbilang efisien dan praktis. Pertama, dari segi waktu, pengaplikasian petunjuk tangan komputerisasi membikin pekerjaan Anda selesai lebih kencang. Anda tidak perlu lagi mencetak dokumen, menandatanganinya, lalu mengirim dokumen hal yang demikian ke pihak lain.

Kedua, pedoman tangan elektronik juga dapat mengurangi biaya perusahaan. Apabila menggunakan petunjuk tangan lahiriah, Anda seharusnya mengeluarkan tarif untuk mencetak dokumen, membeli tinta dan alat tulis, serta membayar jasa ekspedisi pengiriman. Namun, dengan menggunakan tanda tangan digital, Anda hanya perlu bermodalkan jalan masuk dunia maya dan perangkat elektronik untuk mengirim dokumen yang telah ditandatangani.

Perbedaan Tanda Tangan Digital Dan Elektronik Jawa Tengah,kabupaten Purbalingga

Aturan Tanda Tangan Elektronik

Masih banyak orang yang memilih menggunakan tanda tangan fisik dibanding digital. Masalah keamanan dan kepercayaan tentu saja menjadi penyebab utamanya.

Jika Anda masih maju-mundur dalam menggunakan tanda tangan digital karena memikirkan keabsahannya, maka Anda tidak perlu cemas.

Penggunaan tanda tangan digital sendiri sebenarnya sudah diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam peraturan tersebut, ditulis sejumlah syarat sah tanda tangan digital.

Syarat sah sebuah tanda tangan elektronik yang diatur dalam UU tersebut antara lain:

  • Data pembuatan tanda tangan digital hanya diketahui oleh pemilik tanda tangan.

  • Hanya pemilik tanda tangan yang berhak menggunakan tanda tangan digital tersebut.

  • Semua perubahan yang terjadi setelah pembuatan tanda tangan digital bisa diketahui.

  • Semua perubahan terhadap informasi elektronik yang berhubungan dengan tanda tangan digital juga bisa diketahui.

  • Memiliki suatu cara untuk mengetahui pemilik tanda tangan digital.

  • Memiliki suatu cara untuk mengetahui bahwa pemilik tanda tangan digital telah menyetujui informasi elektronik terkait.

Selain peraturan tersebut, ketentuan mengenai tanda tangan digital juga diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

UU No. 11 Tahun 2008 dan PP No. 82 Tahun 2012 ini mengakui legalitas tanda tangan digital, bahkan sejak lebih dari 10 tahun lalu. Selain itu, kedua peraturan ini juga menjelaskan syarat agar tanda tangan digital dianggap sah secara hukum.

Dengan bermunculannya platform digital baru di bidang fintech, OJK pun kemudian mengeluarkan POJK No.77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Yang Berbasis Teknologi Informasi.

Pada pasal 41 ayat (1), tertulis bahwa perjanjian yang dimaksud pasal 18 POJK dapat dilaksanakan dengan menggunakan tanda tangan digital.

Tak hanya itu, OJK pun turut mengeluarkan Surat Edaran OJK No.18/SEOJK.02/2017 mengenai Tata Kelola dan Manajemen Risiko Teknologi Informasi pada Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Cara Membuat Tanda Tangan di Google Form Secara Manual
Cara Membuat Tanda Tangan di Google Form Lewat PC
Cara membuat tanda tangan di Google Form bisa kamu lakukan lewat PC atau laptop. Untuk membuat absensi di Google Form, kamu bisa ikuti caranya di bawah ini:
1. Siapkan Dokumen Tanda Tangan
Siapkan dokumen tanda tangan dalam bentuk foto, dokumen, atau PDF. Kamu dapat melakukannya dengan menulis tanda tangan secara manual di kertas. Lalu, mengambil foto tanda tangan tersebut. Jika sudah, buka Google Form pada browser yang kamu gunakan. Selanjutnya, muncul beberapa pertanyaan yang dapat kamu isi terlebih dahulu. Kemudian, lanjut untuk mengisi permintaan tanda tangan yang tersedia. Klik ‘Tambahkan File’ di kolom tanda tangan.
2. Pilih Tanda Tangan yang Sudah Dibuat
Kamu dapat memilih file tanda tangan yang telah dibuat dalam bentuk format foto, dokumen, atau PDF. Klik ‘Upload’ untuk menambahkan file tanda tangan pada kolom jawaban.
3. File Sudah Terisi oleh File yang Sudah Dimasukkan
Jika sudah melakukan upload, maka kolom jawaban tanda tangan itu akan terisi oleh file yang kamu masukkan. Terakhir, jika semua pertanyaan telah terjawab dan kolom tanda tangan sudah terisi, klik ‘Berikutnya’ untuk melanjutkan atau mengakhiri pengisian formulir.

2. Cara Membuat Absen Online dengan Tanda Tangan di Google Form Lewat Aplikasi

 

Selain cara di atas, kamu juga bisa membuat tanda tangan di Google Form melalui bantuan aplikasi Google. Mengutip laman Signaturely, berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti:
  • Buka https://workspace.google.com/marketplace/ pada browser yang kamu gunakan.
  • Kemudian, cari aplikasi tanda tangan dengan memasukkan kata kunci ‘Signature’ pada kolom penelusuran.
  • Jika sudah, muncul beberapa rekomendasi aplikasi tanda tangan digital yang bisa kamu pilih.
  • Selanjutnya, pilih dan instal aplikasi yang kamu inginkan dan butuhkan. Jika sudah, ikuti instruksi ‘Add-on’ pada aplikasi tersebut untuk menambahkan tanda tangan ke Google Form.

Cara Verifikasi Tanda Tangan Elektronik

Berikut cara verifikasi tanda tangan digital pada file PDF menggunakan layanan online:

  1. Buka laman tte.kominfo.go.id dan pilih “Verifikasi PDF”
  2. Klik “Unggah Document PDF”
  3. Pilih Berkas PDF yang ingin diverifikasi
  4. Tunggu hingga dokumen berhasil terunggah.
  5. Pilih menu “Tampilkan” untuk verifikasi
  6. Hasil verifikasi sertifikat akan menunjukkan status berkas.

Tanda Tangan Elektronik Terverifikasi

Tanda tangan merupakan tanda tulisan identitas diri seseorang sebagai keabsahan/sah tidaknya sebuah dokumen. Pada umumnya tanda tangan dibuat dengan menggunakan pena yang biasa disebut tanda tangan basah. Di era digital ini, dokumen digital ditandatangani menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi. Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi adalah tanda tangan yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi secara digital menggunakan Sertifikat Elektronik yang diterbitkan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) Indonesia yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun masih ada beberapa orang yang belum menggunakan Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi. Sebagaimana fungsinya, TTE tersertifikasi sama seperti tanda tangan basah, yakni sebagai tanda persetujuan sebuah transaksi dan validasi dokumen.Dibandingkan tanda tangan basah, banyak keuntungan yang didapat ketika menggunakan TTE tersertifikasi. Mengapa? Simak penjelasan berikut menurut  https://tte.kominfo.go.id/ : 

  1. Efisiensi Waktu

Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi dapat memangkas waktu perolehan dokumen yang ditandatangani. Biasanya jika dengan tanda tangan basah, penandatanganan dokumen kertas memerlukan pengiriman ke pihak lain memakan waktu berhari-hari. Dengan adanya TTE tersertifikasi, dalam beberapa menit bahkan tidak sampai sehari, dokumen elektronik dapat segera ditandatangani dan dikirim sekalipun dari jarak jauh seperti antar pulau maupun antar negara.

  1. Kekuatan Hukum Setara dengan Tanda Tangan Basah

Perlu diketahui bahwa TTE terbagi menjadi dua, yakni Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi dan Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi. Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi adalah Tanda Tangan Elektronik yang menggunakan Sertifikat Elektronik dari jasa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Indonesia yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo). Sedangkan Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi dibuat tanpa menggunakan jasa PSrE Indonesia tersebut.

Saat memiliki TTE tersertifikasi, pemilik tanda tangan telah memenuhi keabsahan, kekuatan hukum dan akibat hukum Tanda Tangan Elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain UU ITE, TTE tersertifikasi juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan kekuatan hukum dari TTE tersertifikasi ini ya.

  1. Identitas Terjamin

Selain memiliki kekuatan hukum, keuntungan TTE tersertifikasi lainnya adalah jaminan keamanan identitas diri. Kebijakan privasi diberikan untuk memastikan data pribadi pengguna dilindungi kerahasiaannya. Keamanan informasi identitas diri kamu juga lebih terjamin melalui penggunaan teknologi kriptografi asimetris (asymmetric cryptography) yang dibuat secara unik untuk tiap individu. Asymmetric cryptography merupakan teknik kriptografi yang menggunakan pasangan kunci: public key dan private key sebagai pengaman. Public key bersifat informasi publik yang dapat disebarkan secara luas untuk memvalidasi Tanda Tangan Elektronik seseorang. Sedangkan private key dibuat secara unik yang hanya diketahui oleh penanda tangan.

Para PSrE Indonesia telah memiliki fitur keamanan tinggi yang menjamin keautentikan, keutuhan, dan nirsangkal. Jadi, dokumen elektronik yang menggunakan Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi akan terjamin keasliannya. Jika terjadi perubahan pada dokumen tersebut, maka TTE tersertifikasi yang tercantum tersebut tidak lagi sah. Hal ini dapat menghindarkan dari pihak tidak berwenang yang ingin memodifikasi data.

  1. Hemat Biaya Pengeluaran

Jika telah memiliki TTE tersertifikasi, tidak perlu lagi memikirkan biaya anggaran berlebih karena yang dibutuhkan hanya koneksi internet dan perangkat keras seperti komputer dan telepon pintar (smartphone). Contohnya saat Direktorat Jenderal Kependudukan pencatatan sipil (Ditjen Dukcapil)menjalankan program ”Dukcapil Go Digital”. Sejak adanya program tersebut, penandatanganan dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran dilakukan secara elektronik/online. Disdukcapil bahkan menghemat anggaran sekitar Rp450 Miliar di tahun 2020. Penghematan tersebut berasal dari pemotongan biaya penggunaan kertas khusus security printing berhologram yang diganti dengan pencetakan dokumen mandiri oleh masyarakat.

  1. Eco-Friendly

Apakah ada hubungannya dengan TTE tersertifikasi? Ya, tentunya ada. Jika dulu kamu perlu berlembar-lembar kertas untuk tanda tangan basah atau sangat tidak ramah lingkungan, kini kamu hanya perlu téken dokumen elektronik melalui gadget sehingga pemakaian kertas berkurang.

Cara Membubuhkan Tanda Tangan di Word

  • Tuliskan tanda tangan Anda di selembar kertas.
  • Pindai halaman tersebut dan simpanlah di komputer Anda dalam format file yang umum: .bmp, .gif, .jpg, atau .png.
  • Untuk informasi tentang cara menggunakan pemindai atau tablet, gunakan manual atau situs web pabrikan.
  • Buka file gambar.
  • Untuk memangkas gambar, klik gambar untuk membuka tab Format Alat Gambar, klik Pangkas, lalu pangkas gambar.
  • Klik kanan gambar, lalu klik Simpan sebagai Gambar untuk menyimpan gambar sebagai file terpisah.
  • Untuk menambahkan tanda tangan ke sebuah dokumen, klik Sisipkan > Gambar.

Cara Membuat Tanda Tangan Digital Barcode

1. Unduh dan Pasang Aplikasi

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengunduh dan memasang aplikasi barcode tanda tangan terlebih dahulu. Caranya mudah, cukup ketikkan “tanda tangan barcode” atau “tanda tangan QR Code” di kolom pencarian. Dalam waktu singkat, Anda bisa langsung menemukan tanda tangan tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan di paragrap sebelumnya, sebaiknya gunakan aplikasi premium atau berbayar. Tipe aplikasi ini akan memberikan keamanan yang lebih baik kepada penggunanya. Apalagi fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan versi gratis.

2. Pilih Format Data

Ketika aplikasi sudah terpasang, buka dan lihat berbagai format menu yang tersedia. Jika Anda ingin tanda tangan yang dijadikan barcode, pilih tanda tangan QR Code. Ada beberapa menu lain yang bisa Anda gunakan, seperti teks dengan barcode atau nomor telepon yang diubah dengan barcode.

3. Masukkan Data

Cara membuat tanda tangan digital dengan barcode ini bisa dilanjutkan jika Anda memasukkan data yang diminta oleh aplikasi. Masukkan tanda tangan yang ingin Anda jadikan barcode, kemudian tunggu sampai proses muat dan konversi selesai.

4. Atur Warna dan Ukuran

Anda bisa langsung melihat hasil barcode dari tanda tangan yang sudah Anda buat. Namun jika ingin tampilannya lebih menarik, Anda bisa mengubah warna dan ukuran barcode yang ada. Pilih saja menu yang tersedia dan atur sesuai dengan preferensi yang dimiliki.

5. Bagikan Barcode

Proses pembuatan tanda tangan barcode sudah selesai, Anda bisa langsung menyimpan tanda tangan tersebut atau membagikannya. Anda bisa mengirimkan tanda tangan tersebut secara personal ataupun langsung kepada grup. Tersedia pilihan menu share yang bisa Anda manfaatkan.

Cara Membuat Tanda Tangan Digital

Selain membuat tanda tangan menjadi barcode, ada cara lain yang bisa Anda gunakan untuk membuat tanda tangan bisa berbentuk digital. Ini sebagai pilihan alternatif apabila Anda tidak bisa membuat tanda tangan menjadi barcode sebagaimana cara di atas.

1. Scan Tanda Tangan

Cara yang paling sederhana adalah melakukan scan pada tangan tangan yang Anda miliki. Untuk melakukan scan, Anda bisa menggunakan mesin scan khusus atau menggunakan aplikasi scanner. Saat ini sudah banyak ponsel pintar yang menyediakan aplikasi scanner bawaan.

2. Tanda Tangan PDF

Anda juga bisa membuat tanda tangan dalam bentuk pdf dengan memanfaatkan fitur Fill and Sign. Fitur ini tersedia di menu bar dan bisa langsung digunakan. Setelah memilih fitur tersebut, pilih opsi Add Signature dan lakukan tanda tangan. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung menyimpannya.

Berikut bahasan : Perbedaan Tanda Tangan Digital Dan Elektronik di Jawa Tengah,kabupaten Purbalingga